Art Paper atau Art Carton? Arti gsm dan Cara Memilih Kertas Cetak

27 September 2026 · 3 menit baca

Art Paper atau Art Carton? Arti gsm dan Cara Memilih Kertas Cetak

Saat mencetak brosur, poster, atau kartu nama, pilihan kertas yang paling sering muncul adalah art paper dan art carton. Keduanya sama-sama berlapis (coated) sehingga warna tercetak tajam, tetapi ketebalan dan kegunaannya berbeda. Kuncinya ada pada satu angka: gsm.

Apa arti gsm?

gsm adalah singkatan dari gram per square meter, yaitu berat kertas dalam gram untuk setiap satu meter persegi. Semakin besar angka gsm, semakin tebal dan kaku kertasnya. Sebagai gambaran:

  • 70-100 gsm: kertas HVS untuk fotokopi dan dokumen.
  • 120-150 gsm: tipis tapi lebih kokoh dari HVS, seperti halaman majalah atau brosur.
  • 210-260 gsm: tebal, mulai kaku, seperti kartu undangan dan kartu nama.
  • 300 gsm ke atas: sangat tebal dan kaku, untuk produk yang harus berdiri atau sering dipegang.

Art paper: tipis, licin, warna tajam

Art paper adalah kertas berlapis dengan permukaan licin, biasanya pada ketebalan 120-150 gsm. Rasanya seperti halaman majalah. Karena tipis dan ringan, art paper ideal untuk materi yang dibagikan dalam jumlah banyak atau dilipat.

Contoh pemakaian art paper di katalog kami:

Art carton: tebal, kaku, kesan premium

Art carton adalah kertas berlapis yang jauh lebih tebal, umumnya 210-310 gsm. Kertas ini kaku, tidak mudah terlipat, dan terasa premium di tangan. Pilih art carton untuk produk yang dipegang, disimpan, atau harus berdiri tegak.

Bagaimana dengan HVS?

HVS adalah kertas tanpa lapisan (uncoated). Warnanya tidak secerah art paper, tetapi permukaannya bisa ditulisi pulpen. HVS cocok untuk isi buku, formulir, atau dokumen yang perlu ditulisi. Versi stikernya dibahas di artikel beda stiker vinyl, chromo, kraft, dan HVS.

Tabel perbandingan art paper, art carton, dan HVS

KertasKetebalan umumPermukaanSifatContoh pemakaian
HVS70-100 gsmTanpa lapisanBisa ditulisi, warna kurang cerahIsi buku, formulir, label yang ditulisi
Art paper120-150 gsmBerlapis, licinTipis, ringan, mudah dilipatBrosur, isi company profile, gelang tiket, poster
Art carton210-310 gsmBerlapis, licinTebal, kaku, terasa premiumKartu nama, hangtag, map, sertifikat, kipas

Perlukah laminasi?

Laminasi adalah lapisan plastik tipis di atas cetakan. Pilihannya glossy (mengkilap, warna lebih hidup) atau doff (tidak mengkilap, elegan). Laminasi membuat cetakan lebih tahan kotor, cipratan air, dan goresan, sehingga dianjurkan untuk kartu nama, hangtag, cover, dan sertifikat. Untuk brosur yang dibagikan sekali pakai, laminasi biasanya tidak diperlukan.

Panduan cepat memilih kertas

  • Dibagikan dalam jumlah banyak atau dilipat: art paper 150 gsm.
  • Poster dan menu yang ditempel atau dimasukkan bingkai: art paper 150 gsm, atau art carton 260-310 gsm bila ingin kaku.
  • Dipegang dan disimpan (kartu nama, sertifikat, hangtag): art carton 260 gsm.
  • Harus kokoh dan sering dipakai (kipas, cover): art carton 260-310 gsm dengan laminasi.
  • Perlu ditulisi: HVS.

Tanya jawab

Apa beda art paper dan art carton?

Keduanya kertas berlapis yang licin. Art paper lebih tipis (sekitar 120-150 gsm) dan lentur, art carton lebih tebal (sekitar 210-310 gsm) dan kaku.

Kertas apa yang bagus untuk kartu nama?

Art carton 260 gsm adalah pilihan paling umum. Untuk kesan lebih premium dan tahan air, gunakan bahan khusus seperti laser matte 280 gsm.

Kertas apa yang cocok untuk brosur?

Art paper 150 gsm: warnanya tajam, ringan, dan mudah dilipat untuk brosur trifold.

Semakin tinggi gsm apakah semakin bagus?

Tidak selalu. gsm tinggi berarti lebih tebal dan kaku, tetapi lebih berat dan tidak cocok untuk dilipat. Pilih sesuai cara cetakan akan dipakai.

Semua produk cetak kertas bisa dilihat pilihan bahannya di katalog cetak kertas.